Apa Kata Dokter dan Para Ahli Tentang Ekstrak Teripang

Dokter-dokter di Indonesia biasanya tak gampang percaya terhadap obat atau suplemen yang belum diuji klinis. Namun, pada kasus ekstrak teripang (JELLY GAMAT/SEA CUCUMBAR) yang notabene belum diuji klinis, mereka berkenan menggunakan setelah obat-obatan kimiawi gagal mengatasi penyakit-penyakit tertentu. Menurut dr Andreas Widjaja itulah fenomena bangkitnya fitofarmaka di Indonesia.

  •  Lengkap

Apa rahasia teripang sehingga dapat menyembuhkan beragam penyakit? Ahli nutrisi Malaysia Walter Kee Mun Yee, mengatakan teripang mengandung kolagen, MPS (mucopolusacarida), DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid). Kepada Trubus alumnus Wisconsin University itu mengatakan, MPS dalam bentuk kondritin sulfat memulihkan sendi dan membangun tulang rawan. Senyawa itu juga memberikan pelendiran pada dinding sel.

Dua yang disebut terakhir-EPA dan DHA, disebut omega 3-merupakan asam lemak rantai panjang. DHA dan EPA banyak ditemukan pada satwa di lautan. Menurut ahli gizi, Dr Uken Soetrisno, DHA dan EPA berfungsi untuk kecerdasan dan berhubungan dengan pertumbuhan simpul-simpul saraf atau ganglion.

  • Hal senada juga diungkapkan dr Luki Kartadinata. DHA dan EPA bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan melancarkan sirkulasi darah, ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti itu.

Masih ada faedah lain senyawa aktif itu. Menurut dr Imelda Retno Purwanti dokter di Kelapagading, Jakarta Utara, EPA dan Omega 3 sebagai pelarut kolesterol, terutama LDL (dikenal sebagai kolesterol jahat, red). Jika tak diterapi kolesterol tinggi menyebabkan penyakit jantung. Efeknya berantai dan tak dapat berdiri sendiri-sendiri. Semua ahli sepakat soal faedah EPA dan DHA. Yang tak bulat adalah soal waktu pemberian.

Menurut dr Zen Djaja MD di Jakarta ekstrak teripang sangat baik diberikan kepada wanita hamil, bukan anak-anak. Pada beberapa penelitian spesifik, DHA tak terlalu berkhasiat ketika bayi sudah lahir. Ia (DHA, red) menampakkan fungsinya ketika pembentukan otak janin, kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya.

Namun, Dr Uken Soetrisno mengatakan, selain kepada wanita hamil, DHA juga bagus diberikan kepada anak-anak di bawah 2 tahun. Tetap harus dijaga keseimbangan nutrisi. Sebab, di dunia ini tak ada makanan superlengkap, ujar doktor Nutrisi alumnus Oregon State University.

Selain itu teathfish-sebutan teripang di Inggris-kaya tembaga. Tembaga bagus untuk regenasi sel sehingga bikin awet muda, ujar dr Luki.

  • Rusak ginjal?

Zen Djaja MD mengatakan, mentimun laut-sebutan untuk teripang-mengandung asam lemak 12-MTA alias metthyltetradecanoic acid. Hingga saat ini jenis bakteri yang berjasa dalam pembentukan asam itu masih diteliti. Asam itu tokcer mengahalangi enzim 5-Lox atau populer sebagai lipoksigenase, enzim yang mengoksidasi lemak tak jenuh menjadi peroksida sehingga mengancam kesehatan. Dalam dunia pengobatan modern, ini adalah kunci pengobatan asma, pembengkakan usus, dan arthritis, kata Zen.

Secara tradisional, teripang digunakan dalam pengobatan cina sejak ribuan tahun silam. Hoisom- sebutan teripang di Cina-dikeringkan atau dibuat bubuk. Menurut William Aditeja, ahli pengobatan cina di Jakarta, teripang bubuk lebih aman dikonsumsi pasien alergi ketimbang yang kering. Kadar protein teripang kering relatif tinggi sehingga memicu alergi.

Dokter alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine itu memanfaatkan teripang untuk mengobati penyakit sirosis hati, mioma, dan segala penyakit yang menyebabkan organ tubuh mengeras atau membengkak. Teripang berkadar garam tinggi sehingga berfungsi melunakkan atau mengecilkan kelainan organ tubuh yang mengeras atau membengkak, ujar William yang berpraktek di Jakarta Kota.

Ia mengatakan konsumsi berlebihan dalam waktu lama, berefek terhadap ginjal. Oleh sebab itu, dosis mesti tepat. Menurut William dosis konsumsi teripang kering 15-30 g; bubuk, 3 g sekali konsumsi. Frekuensinya 2-3 kali sehari. Menurut Walter Kee Mun Yee ekstrak gamat tanpa garam. Mirip ikan laut atau cumi-cumi, walau hidup di laut tapi dagingnya tak asin karena adanya reverse osmosis, ujar Kee.

Dokter alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu mengatakan, ekstrak teripang mestinya melewati uji yang mengikuti kaidah farmakologis seperti uji klinis. Tujuannya untuk menentukan dosis tepat sehingga konsumen terlindungi. Harap mafh um, kerap kali dosis yang digunakan konsumen di sini mengacu pada pasien di mancanegara yang belum tentu kebutuhannya sama.

Pendapat serupa dikemukakan oleh Dr Asep Gana Suganda, ahli farmakologi Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam teripang juga mengandung beberapa senyawa toksik seperti holoturin yang justru berbahaya bagi tubuh manusia, ujar dosen jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB. Doktor Farmakologi alumnus Nantes University, Perancis, itu menuturkan obat herbal terstandar dikatakan aman jika memenuhi data praklinis.

Sebetulnya banyak periset di berbagai negara telah membuktikan keampuhan teripang dalam uji praklinis. Dr Retno Murwani dari Universitas Diponegoro, misalnya, membuktikan teripang sebagai antikanker. Riset serupa juga ditempuh Tong Y, dari Divisi Farmakologi Antitumor, State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai, Cina.

 

  • Tren

Ekstrak teripang kini banyak dikonsumsi dalam bentuk cair. Itu hasil olahan beberapa spesies teripang yang telah diteliti senyawa aktifnya. Di antara jenis-jenis itu belum ada kasus teripang itu beracun, ujar Drs Prapto Darsono, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. Apakah semua spesies berkhasiat obat? Prof Dr Zaiton Hassan, peneliti teripang dari Universiti Putra Malaysia, mengatakan kandungan antarspesies relatif sama.

Hanya persentase zat aktif yang berbeda. Beberapa spesies yang lazim diolah menjadi ekstrak antara lain teripang pasir Holothuria scabra, teripang hitam H. edulis, dan Stichopus variegatus. Meski Indonesia mempunyai banyak spesies, tetapi ekstrak teripang masih diimpor dari Malaysia. Di negeri jiran itu popularitas gamat-begitu mereka menyebut teripang-amat melambung.

Bekas jajahan Inggris itu meriset teripang secara terpadu sejak 1995. Penelitian perdana dilakukan oleh Prof Dr Ridzwan Hashim, mantan dosen Universiti Kebangsaan Malaysia yang kini mengajar di International Islamic University Kualalumpur. Sejak itu penelitian untuk mengungkap tabir teripang terus dilakukan. Hasil riset itu-antara lain teripang berkhasiat mengatasi beragam penyakit- mendorong investor membangun pabik pengolahan.

Itulah sebabnya banyak orang menyandarkan harapan kesembuhan pada ginseng laut, julukan untuk teripang.

Sayang, meski Indonesia mempunyai keragaman spesies yang tinggi, industri pengolahan teripang belum muncul. Padahal, teknologi pengolahan beche de mer-sebutan teripang di lidah Perancis-relatif mudah (baca: Jalan Panjang Pangkor ke Selangor, halaman 24-25).

  • Menurut Drs Prapto Darsono, alumnus Biologi Kelautan University of South Carolina, Amerika Serikat, dari 1.200 spesies teripang, 200 di antaranya hidup di Indonesia.

Padahal, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, prospek pasar ekstrak teripang amat menjanjikan. Apalagi, Di dalam ilmu pengobatan barat teripang sedang gencar dimanfaatkan sebagai obat. Kita masih menggolongkan sebagai makanan kesehatan, ujar dr Zen Djaja. Apa pun sebutannya, obat atau suplemen, teripang terbukti berkhasiat menyembuhkan beragam penyakit maut.

Anda bisa memesannya disini: caranya mudah.

Incoming search terms:

  • ekstrak teripang di jakarta
  • www extrak tripang menurut kesehatan
  • toko china penjual ekstrak teripang di jakarta
  • apa teripang
  • menurut penelitian yang dilakukan minyak bulus dan jelly gamat lebih baik tidak digunakan saat sedang menggunakan obat dokter
  • pakar kedokteran trisakti
  • penelitian para dokter mengenai jelly gamat
  • sticopus variegatus anti diabetes farmakologi
  • suplemen teripang di china
  • suplemen tripang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>